Follow by Email

Sabtu, 31 Maret 2012

makalah dasar-dasar penjas



MAKALAH
MENGAJARKAN BUDAYA HIDUP SEHAT MELALUI PENDIDIKAN JASMANI
MATA KULIAH: DASAR-DASAR PENJAS
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Dasar-dasar Pendidikan Jasmani..
Dosen Pengampu: Ermawan, M.Pd.



UNY (1).JPG



Disusun oleh :
Hardilan Achsani Meizi
09601241026




PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2012

DAFTAR  ISI

Daftar isi……………………………………………………………………………....i
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang............................................................................................1
1.2  Tujaun.........................................................................................................1
1.3  Rumusan Masalah...……………………………………………………....2
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Penjelasan pengertian budaya hidup sehat…………..................................2
2.2  Aspek-aspek yang mempengruhi tecapainya kehidupan yang sehat..........3
2.2.a Kebersihan..........................................................................................3
2.2.b Olahraga Secara Teratur.....................................................................3
2.2.c Pola Makan Yang Sehat.....................................................................3
2.2.d Istirahat Yang Cukup……………………………………………….4
2.3  Manfaat dan Tips Menerapkan Hidup Sehat..............................................4
2.4  Pengaruh  penjas terhadap tercapainya kehidupan yang sehat...................5
2.5  Bagaiman Cara Merespon Agar Siswa Antusias Mengikuti Penjas.…….7

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………….9
3.2 Saran …………………………………………………………………......9
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Latar belakang dibuatnya makalah ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dan pentingnya penjas bagi para siswa. Diketahui bahwa banyak anak sekarang yang bermalas-malasan dan kurang aktif mengikuti mata pelajaran penjas. Padahal kalau kita sadar dan cermati bagaimana pentingnya penjas untuk menjaga kesehatan pasti banyak siswa yang akan antusias untuk mengikuti mata pelajaran ini. Penjas yang hanya di ajarkn sekali dalam seminggiu menjadi kurang bermanfaat jika kegiatan belajar mengajar penjas terganggu dan jadi tidak bermanfaat oleh hal semacam itu. Dan ini merupakan sebuah tantangan bagi para guru penjas agar membuat siswanya menjadi antusias dan besemangat mengikuti mata pelajaran penjas. Saya berharap dengan membuat makalah ini akan mendorong para siswa untuk menjadi semangat dan sungguh-sungguh mengikuti pelajarn penjas. Dan juga sebagai referensi guru bagaimana mengelola dan membuat siswanya aktif dalam pembelajaran penjas. Dengan penjas di harapkan akan tercapainya budaya hidup sehat.
Hidup sehat tidak hanya di lakukan dengan berolahraga secara teratur tetapi dengan menerapkan pola makan yang teratur, menjaga kebersihan lingkungan juga merupakan factor penting dalam tercapainya kehidupan yang sehat. Kata sehat bisa jadi sangat mahal jika kita menjadi sakit dan masuk rumah sakit apalagi harus di lakukan operasi untuk penyembuhan. Oleh karena itu marilah dengan penjas terapkan budaya hidup sehat. Saya harap bagi seorang guru penjas bisa menyampaikan materi dengan baik, bisa di terima oleh siswa, dan membuat siswa menjadi senang dan antusias untuk mengikuti pelajaran penjas. Sehingga tujuan penjas untuk terciptanya budaya hidup sehat dapat tercapai.

1.2  Tujuan
Tujuan umum pembuatan makalah ini untuk mengajarkan bagaiman menerapkan budaya hidup sehat, meningkatkan minat dan keinginnan untuk berolahraga. Tujuan khusus pembuatan makalah ini yaitu unuk memberikan informasi bahwa dengan penjas siswa di ajarkan budaya hidup sehat sehingga siswa nantinya akan tertarik dan antusisas untuk mengikuti penjas.



1.3  Rumusan Masalah
·         Apa yang dimaksud budaya hidup sehat?
·         Apek-aspek apa saja yang mempengaruhi tercapainya kehidupan yang sehat?
·         Bagaimana cara menerapkan hidup yang sehat?
·         Hubungan pendidikan jasmani dengan kesehatan.
·         Solusi untuk membuat siswa tertarik, termotivasi dan merespon pembelajaran Penjas



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Penjelasan Mengenai Budaya Hidup Sehat
Pengertian kesehatan adalah badan atau diri seseorang yang bersih dari segala penyakit, baik dari dalam, maupun dari luar tubuh tersebut.
Kesehatan pribadi juga dapat diartikan sebagai ilmu dan usaha mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan, melindungi, dan memelihara kesehatan diri sendiri.Kesehatan sangatlah penting, karena jika tanpa kesehatan, kita akan hidup menderita. Kita harus selalu menjaga kesehatan. Jika tidak, kita akan sakit dan sulit beraktivitas. Peningkatan kesehatan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, olahraga secara teratur, menjaga pola makan yang sehat dan menghindari sexs bebas / narkoba.
Pengertian budaya hidup sehat adalah konsep yang mengedepankan upaya-upaya dari kegiatan-kegiatan hidup yang sehat. perilaku kesehatan adalah semua aktivitasatau kegiatan seseorang, baik yang dapat diamati (observable) maupun yang tidak dapat diamati (unobservable), yang berkaitan dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan ini mencakup mencegah atau melindungi diri dari penyakit dan masalah kesehatan lain, meningkatkan kesehatan,dan mencari penyembuhan apabila sakit atau terkena masalah kesehatan
Pola hidup sehat bisa diartikan sebagai suatu perencanaan yang dilakukan untuk tujuan mencapai kualitas hidup yang sehat dan terhindar dari segala jenis penyakit.
Dari pengertian di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa budaya hidup sehat merupakan suatu perencanaan kegiatan yang dilakukan secara rutin untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga kebersihan, olahraga secara teratur, menjaga pola makan yang sehat, hindari pergaulan bebas dan tidak merokok / memakai narkoba, sehingga nantinya kita terhindar darisegala jenis penyakit.

2.2  Aspek – Aspek Yang Mempengaruhi Tercapainya Kehidupan Sehat
2.2.a Kebersihan
Kebersihan sangatlah penting. Bersih berarti tidak kotor. Tidak terdapat kotoran di daerah itu. Itu artinya tidak ada kuman penyakti di daerah itu. Tidak ada kuman penyakit dan bibit penyakit berarti terhindar dari penyakit. Jadi bisa di tarik kesimpulan bahwa kebersihan yaitu Keadaan suatu tempat atau daerah yang tidak terdapat kotoran sehingga tidak akan menjadikan timbulnya bibit atau kuman penyakit. Yang mana kuman penyakit akan muncul jika keadaan suatu tempat atau daerah yang kotor, kumuh, tidak terawat dan tidak terdapat sirkulasi cahaya dan udara yang baik.
2.2.b Olahraga Secara Teratur
Berolahraga secara treratur dapat memacu jantung, pernafasan dan peredaran darah menjadi lebih baik. Banyak sekali yang bisa kita dapatkan dari berolahraga menjaga tubuh kita tetap sehat, memperlancar sistem metabolisme dan menjadikan tubuh selalu fit. Olahraga bisa dilakukan setiap hari dengan kegiatan yang ringan seperti berjalan kaki , senam fitness, jogging, bersepeda, atau melakukan olah raga penuh seperti bermain sepakbola, badminton, basket, tenis, renang, dan lain sebaginya.
Olahraga dan kesehatan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, seperti halnya kebutuhan jasmani dan rohani. Dengan melakukan olahraga yang teratur, tubuh kita akan menjadi segar dan sehat. Berolahraga secara teratur dapat berdampak positif terhadap tubuh kita. Dampak-dampak positif tersebut, antara lain:
·         Nafsu makan akan bertambah karena sistem pencernaan menjadi lebih baik,
·         Sikap tubuh kokoh dan kuat karena otot-otot menjadi kuat dan besar,
·         Tubuh tahan terhadap penyakit,
·         Raut wajah kelihatan riang;
·         Mempunyai keinginan keras dan disiplin;
·         Peredaran darah menjadi cepat dan lancar; dan
·         Sirkulasi zat di dalam tubuh menjadi cepat.
2.2.c Pola Makan Yang Sehat
Ada 3 kriteria pola makan yang sehat
·         Jumlah makanan yang kita konsumsi
·         Jenis makanan yang kita konsumsi
·         Jadwal makan
2.2.d Istirahat Yang Cukup
istirahat adalah suatu keadaan tenang, rileks, tanpa tekanan emosional, dan bebas dari  perasaan gelisah. Istirahat juga salah satu cara untuk menenangkan diri dari kepenatan selama beraktivitas seharian. Tidur nyenyak dapat mengembalikan vitalitas seseorang menjadi lebih baik.


2.3 Manfaat dan Tips Menerapkan Hidup Sehat
Manfaat menerapkan hidup sehat bisa kita rasakan jika kita memang benar melaksanakan pola hidup yang sehat.
      Bebreapa manfaat dari menerapkan hidup sehat adalah sebagai berikut:
·      Dapat tidur dengan nyenyak
·      Dapat bekerja lebih maksimal serta meningkatkan kinerja
·      Dapat belajar dengan baik
·      Berfikiran positif dan sehat
·      Merasa damai, nyaman, dan tentaram
·      Memiliki penampilan yang sehat
·      Mendapatkan kehidupan dan intraksi sosial yang baik
·      Lebih percaya diri
·      Menghemat pengeluaran untuk kesehatan
·      Terhindar dari penyakit
Tips cara menjaga tubuh tetap sehat dengan pola hidup sehat
Dalam menjalani hidup sehri-hari kita sebaiknya selalu mengedepankan kesehatan  tubuh dan jiwa kita kerena sehat itu nikmat yang sanagt berharga. Tanpa kesehatan seseorang tidak dapat memalakukan aktivitas dengan dengan maksimal. Tips berikut ini yang mungkin bisa anda terapkan sebagai cara menjaga tubuh tetap sehat dengan menerapkan pola hidu sehat:
·      Makan makanan yang sehat dan sesuai aturan
·      Menjaga kebersiahan diri sendirri dan lingkungan sekitar
·      Berolahraga dan memeriksakan diri ke Dokter secara berkala
·      Istirahat yang cukup
·      Hindari stress yang menyebalkan dengan cara yang sehat dan halal
·      Menghindar atau berhenti dari kebiasaan bodoh yang menjijihkan
·      Jangan melakukan seks bebas di luar nikah
·      Hindari merokok dan narkoba

2.3  Pengaruh Penjas Terhadap Tercapainya Kehidupan Yang Sehat
Pendidikan jasmani adalah sebuah mata pelajaran akademik sama seperti mata pelajaran lainnya. Guru bertanggung jawab membuat rencana pelajaran yang berisikan pernyataan yang jelas tentang tujuan perilaku, aktivitas pelajaran, teknik-teknik memberi rangsang dan prosedur penilaian.
Menurut Nixon & Jewett: penjas adalah salah satu aspek/tahap dari proses pendidikan keseluruhan yang berkenaan dengan perkembangan dan penggunaan kemampuan gerak individu dilakukan atas kemauan sendiri serta bermanfaat dan dengan reaksi/respon yang terkait langsung dengan mental, emosi, dan sosial. Dari batasan atau rumusan tentang pendidikan jasmani adalah salah satu aspek dari proses pendidikan keseluruha peserta didik melalui kegiatan jasmani yang dirancang secara cermat, yang dilakukan secara sadar dan terprogam dalam usaha meningkatkan kemampuan dan keterampilan jasmani dan social serta perkembangan kecerdasan.
Dari pengertian di atas dapat diketahuii bahwa penjas juga berperan untuk menciptakan manusia yang sehat. Perencanaan pengajaran penjas bila di programkan untuk memberikan bekal tentang pengetahuan kesehatan kepada murid untuk membiasakan dan menerapkan hidup sehat akan sagat bermanfaat. Jadi peran penjas disini tidak hanya monoton pada segi psikomtoriknya saja, tapi pengetahuan (kognitif) itu juga perlu di berikan. Bisa di ambil contoh dengan mengajarkan bagaimana pola menjaga kesehatan tubuh kepada siswa di luar jam pelajaran. Maksudnya disini ketika siswa sudah berada di rumah siswa mampu untuk menerapkan pola hidup bersih, berolahraga secara teratur minimal melakukan olahraga 3 kali dalam seminggu, mengkonumsi makanan yang sehat dan selalu makan tepat pada waktunya, dan istirahat yang cukup.
      Di sekolah/satuan pendidikan, penjas berperan penting, hal ini terkait dari dua hal, yakni: Sisi pendidikan jasmani yang mengarah kepada aspek edukatif dan sisi olahraga yang mengarah kepada aspek prestasi. Kedua hal ini merupakan hal yang inheren dalam penjas, karena disitulah ditempa pribadi peserta didik yang memiliki jasmaniah dan rohaniah yang sehat, segar, dan sekaligus memungkinkan untuk prestasi, tentu saja termasuk prestasi di bidang olahraga. Penjas merupakan pilar dalam membangun tingkat kebugaran (kesehatan dan kesegaran), karena dimensi gerak sebagai aktivitas utamanya memiliki implikasi nyata bagi penumbuhan kesehatan individu/kelompok/masyarakat. Dengan demikian penjas dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehingga tercapai manusia Indonesia yang sehat . Sehat dalam konteks ini mengacu kepada definisi sehat dari World Health Organization (WHO) yakni: “Holistic health extends the physical, mental, and social aspects of the definition to include intellectual and spiritual dimentions”.

2.3 Bagaimana Cara Merespon  Agar Siswa Antusias Mengikuti Pelajaran Penjas
Guru penjas sering mengeluh karena muruidnya dinilai sering malas-malasan. Jika demikian siapa yang salah? Pembelajaran penjas yang diajarkan sekali dalam seminggu di sekolahan merupakan sebuah tantangan bagi para guru, khususnya guru penjas. Berbagai perencanaan yang telah disusun secara matang serta efektif dan efisien untuk membuat suatu program yang dapat mengena ke siswa itu sudah merupakan kewajiban seorang guru penjas. Dalam pembelajaran penjas seorang guru di tuntut untuk kreatif agar tercipta pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga keberhasialan belajar dalam bidang kognitif, afektif dan psikomotorik dapat tercapai. Sebagaimana pendapat Meier yang mengatakan bahwa “penciptaan kegembiraan jauh lebih penting daripada segala teknik metode maupun media yang digunakan” kita temukan beberapa komponen pembangun suasana yang menyenangkan. Komponen-komponen tersebut adalah (1) bangkitnya minat, (2) adanya keterlibatan penuh, (3) terciptanya makna, (4) adanya pemahaman atau penguasaan materi, (5) adanya nilai yang membahagiakan.
Untuk lebih memahami hal-hal penting berkaitan dengan pembelajaran yang menyenangkan berikut komponen-komponen pembangun suasana menyenangkan tersebut.
1.         Bangkitnya minat.
Seperti kita ketahui, minat adalah sesuatu yang berhubungan dengan kehendak atau keinginan hati. Jika sejak awal dalam diri siswa telah bangkit minat atau gairah untuk mempelajari sesuatu, niscaya kegiatan belajar tersebut akan menyenangkan bagi siswa tersebut. Hubungan antara minat atau gairah dengan menyenangkan sangat erat dan saling mempengaruhi. Jika minat belajar telah tumbuh, maka pembelajaran akan menjadi menimbulkan gairah dan suasananya akan semakin menyenangkan. Suasana menyenangkan yang terpelihara sepanjang proses pembelajaran akan berpengaruh terhadap gairah belajar selama pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu seorang guru di tuntut untuk menerapkan pembelajaran yang sekreatif mungkin agar timbul minat dari siswa.
2.         Adanya keterlibatan penuh.
Agar siswa bergairah dan terlibat secara penuh dalam pembelajaran, guru sangat perlu menyampaikan tujuan pembelajaran dengan rinci dan jelas pada awal pembelajaran. Sampaikan pada para siswa bahwa apa yang akan dipelajari adalah sesuatu yang sangat penting, mudah dan akan dipelajari dengan cara yang menyenangkan.
3.         Terciptanya makna.
Makna tidak mudah untuk didefinisikan karena berkaitan erat dengan masing-masing pribadi dan kadang-kadang muncul sangat kuat dalam konteks yang personal. Pembelajaran yang bermakna itu adalah pembelajaran yang dapat menghadirkan sesuatu yang mengesankan. Dengan kata lain kita dapat mengatakan bahwa pembelajaran yang tidak mampu meberikan kesan yang mendalam tidak mungkin akan bermakna. Untuk menhadirkan makna, pembelajaran harus mengesankan. Selanjutnya, agar pembelajaran dapat mengesankan maka pembelajaran itu harus dalam suasana yang menyenangkan. Karena ‘makna’ sering kali muncul dalam konteks yang sangat personal, maka guru harus benar-benar mengerti dan menghargai perbedaan individu setiap siswa-siswanya.
4.         Pemahaman atau penguasaan materi.
Ketika minat atau gairah belajar siswa tumbuh, kemudian ia terlibat secara penuh dalam mempelajari materi-materi pelajaran, dan selanjutnya ia terkesan dengan apa yang dipelajari, maka pemahaman atas apa yang dipelajari akan tertanam kuat. Penguasaan materi akan tertanam sangat kuat apabila siswa berminat, terlibat dan terkesan. Dengan melihat hubungan komponen pertama, kedua dan ketiga yang kemudian melahirkan komponen keempat, menurut saya sudah mampu menjawab keragu-raguan kita atas hasil belajar dalam pembelajaran yang menyenangkan.
5.         Nilai yang membahagiakan.
Berkaitan dengan belajar, bahagia adalah keadaan terbebas dari tekanan, ketakutan dan ancaman. Perasaan takut, tertekan, dan terancam tidak akan muncul dan menghantui perasaan siswa jika pembelajaran berjalan dalam suasana yang menyenangkan. Ketiga perasaan tersebut (takut, tertekan, dan terancam) hanya akan menjadi kendala bagi munculnya minat belajar. Rasa bahagia pada diri siswa antara lain dapat muncul karena ia memperoleh makna dari mempelajari sesuatu. Dirinya menjadi merasa berharga, mampu tumbuh dan berkembang dan berbeda dari sebelumnya. Ketika seorang siswa mampu memecahkan persoalan dalam proses belajarnya dalam dirinya akan tumbuh rasa bangga dan percaya diri. Perasaan bangga dan percaya diri ini akan menyadarkan siswa tersebut bahwa dirinya memiliki potensi sebagaimana orang lain. Dengan demikian, dalam rangka membantu siswa memperoleh nilai yang membahagiakan dalam proses pembelajaran, guru harus berusaha terus-menerus membantu menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri pada setiap siswanya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perencanaan pengajaran penjas yang di programkan untuk memberikan bekal tentang pengetahuan kesehatan kepada murid agar  membiasakan dan menerapkan budaya hidup sehat tentunya akan sagat bermanfaat. Melalui penjas ini siswa diharapkan mampu untuk menerapkan pola hidup bersih, berolahraga secara teratur, mengkonumsi makanan yang sehat dan selalu makan tepat pada waktunya, dan istirahat yang cukup sehingga terhindar dari segala jenis penyakit. Dengan demikian penjas mempunyai peran dan pengaruh terhadap tercapainya kehidupan yang sehat.
Pembelajaran yang Menyenangkan merupakan usaha membangun pengalaman belajar siswa dengan berbagai keterampilan proses untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, melalui penciptaan kegiatan belajar yang beragam dan mengkondisikan suasana belajar sehingga mampu memberikan pelayanan pada berbagai tingkat kemampuan dan gaya belajar siswa, serta siswa lebih terpusat perhatiannya secara penuh. Sehingga secara tidak langsung dengan menerapkan pola pembelajaran yang menyenangkan akan meciptakan antusias dan respon yang positif dari siswa untuk mengikuti pembelajan penjas.
3.2 Saran
Ada beberapa saran yang perlu disampaikan dalam makalah ini. Antara lain :
1.   Bagaimana solusi terhadap pengajaran penjas yang dilakukan seminggu sekali, bisa di bahas lebih signifikan. Saya berharap dengan membaca makalah ini. Berbagai pendapat akan lebih menarik jika kita bisa di ambil manfaatnya bersama-sama kelak jika kita sudah terjun di lapangan.
2.   Sebenarnya banyak cara merespon minat siswa untuk mengikuti penjas. Tetapi pada makalah yang saya buat ini hanya sedikit saja yang bisa  tersampaikan terkait dengan cara merespon siswa agar antusias mengiluti pelajaran penjas. 



DAFTAR PUSTAKA

Margono. 2005. Azas dan Landasan Pendidikan Jasmani. Yogyakarta: UNY.
Abdoellah, Arma. 1996.Pendidikan Jasmani Adaptif. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Lutan, Rusli. 2000.Startegi Belajar Mengajar Penjaskes.Jakarta: Departemenn    Pendidikan Nasional.
file:///I:/pengertian-budaya-hidup-sehat.htm


1 komentar: